Ide → PRD → Task

Ubah ide mentah jadi PRD siap dibangun

Ceritakan aplikasimu dalam satu paragraf. PRD Studio menyusun dokumen Product Requirements yang lengkap dan rapi — lalu memecahnya jadi task siap eksekusi untuk timmu atau AI coding agent.

idemu.txt
PRD pertama gratis
PRD pertama gratis Tanpa kartu kredit Privat per akun
kasir-warung.prd
PRD · 6 bagianv1

Aplikasi Kasir Warung Makan

  • Ringkasan Produk
  • Fitur Utama
  • User Flow
  • Model Data
  • AI menyusun “Keamanan & Peran”

Task siap eksekusi

Setup auth kasirCRUD menuAlur transaksiLaporan harian

Hasilnya siap dikirim ke

Claude CodeCursorChatGPTCopilot
Baru dengar PRD?

PRD itu denah bangunan buat aplikasimu

PRD (Product Requirements Document) adalah dokumen yang menjelaskan aplikasi apa yang mau dibangun, untuk siapa, fiturnya apa saja, dan bagaimana alur pemakaiannya — sebelum satu baris kode ditulis. Tukang tak mulai mengaduk semen tanpa denah; developer (dan AI) juga begitu.

Isinya apa saja?

Ringkasan produk, siapa penggunanya, daftar fitur utama, alur pemakaian dari buka aplikasi sampai selesai, model data, serta aturan hak akses. Enam bagian, satu dokumen.

Fungsinya buat apa?

Jadi rujukan bersama. Kamu, timmu, dan AI coding agent membaca dokumen yang sama, jadi tak ada lagi versi berbeda di kepala masing-masing.

Kenapa penting?

Salah paham di awal itu murah diperbaiki; salah paham setelah fiturnya jadi berarti bongkar ulang. PRD memindahkan pertanyaan sulit ke depan, sebelum ada kode yang terlanjur ditulis.

Tanpa PRD

  • Fitur dibangun, lalu ternyata bukan itu yang dimaui
  • AI coding agent menebak sendiri, hasilnya melenceng
  • Scope melar terus, tak jelas kapan selesainya
  • Tiap ditanya progres, jawabannya ada di kepala satu orang

Dengan PRD

  • Ruang lingkup terkunci sejak awal — jelas apa yang dibangun
  • AI dapat konteks utuh, hasilnya jauh lebih nyambung
  • Pekerjaan sudah terpecah jadi task yang bisa dilacak
  • Siapa pun yang gabung bisa langsung paham proyeknya

Zaman AI coding agent, PRD malah makin penting: agent-nya sanggup menulis kode secepat apa pun, tapi tetap tak bisa menebak isi kepalamu. Yang kamu berikan ke dia menentukan yang kamu dapat.

Kenapa PRD

Ngoding tanpa spec itu mahal

Proyek yang mulai tanpa requirement jelas gampang melenceng jauh dari ekspektasi. PRD memastikan semua pihak — termasuk AI coding agent — membangun hal yang sama, sejak baris pertama.

  • 01

    Menyamakan visi sejak awal

    Tanpa requirement yang jelas, tim dan AI coding agent gampang salah tafsir soal apa yang sebenarnya mau dibangun.

  • 02

    Menghindari kerja ulang

    Fitur yang dikerjakan tanpa scope jelas berujung revisi berkali-kali. PRD mengunci ruang lingkup sejak di depan.

  • 03

    Langsung bisa dieksekusi

    PRD yang rapi dipecah jadi task konkret — buat developer manusia maupun AI coding agent.

  • 04

    Mempercepat keputusan

    Stakeholder me-review satu dokumen, bukan mengorek chat dan memori yang berserakan.

Template siap pakai

Tak perlu mulai dari halaman kosong

100 template untuk jenis aplikasi yang paling sering dibangun — toko online, kasir, booking, delivery, sampai marketplace. Pilih satu, ganti detailnya jadi punyamu, lalu langsung pecah jadi task.

Lihat semua template
Satu alur kerja

Bukan sekadar generator teks

Dari ide sampai task siap eksekusi — semua di satu tempat, tersimpan rapi.

PRD lengkap dalam hitungan menit

Enam bagian terstruktur — ringkasan, fitur utama, user flow, model data, dan lainnya — ditulis AI dari satu paragraf idemu. Edit langsung lewat rich editor kapan pun.

Ringkasan Produk
Fitur Utama
User Flow
Model Data

Template siap pakai

Mulai dari template per kategori — e-commerce, POS, booking, dan lainnya. Tanpa ngetik dari nol.

Pecah jadi task

Roadmap visual + daftar task yang bisa dikirim langsung ke AI coding agent dan dilacak statusnya.

Prompt Maker

Simpan, susun, dan uji koleksi prompt AI-mu dalam satu pustaka rapi.

Media Prompt

Lampirkan gambar & referensi visual ke tiap prompt biar hasil AI makin presisi.

Privat & aman

Data proyekmu terisolasi per akun. Tak seorang pun selain kamu bisa mengaksesnya.

Cara kerja

Tiga langkah, ide sampai eksekusi

01

Tulis idemu

Satu paragraf soal aplikasi yang mau kamu bangun. Pilih target web atau smartphone.

02

AI susun draf PRD

Lengkapi detail lewat wizard singkat, lalu biarkan AI menyusun 6 bagian dokumennya.

03

Pecah jadi task

Rapikan hasilnya, generate daftar task, kirim ke tim atau AI coding agent — siap eksekusi.

Harga

Harga baru, biar lebih banyak ide bisa mulai

Ngoding ulang gara-gara spec yang kabur jauh lebih mahal daripada langganan ini — sekali salah tafsir bisa habis berhari-hari. PRD pertamamu gratis: coba dulu, bayar cuma kalau hasilnya memang memangkas kerjaanmu.

  • Satu paragraf jadi PRD 6 bagian

    Ceritakan idemu sekali. AI menyusun ringkasan produk, fitur utama, user flow, sampai model data — lengkap dan rapi.

  • Berhenti jadi dokumen mati

    PRD-nya langsung dipecah jadi task konkret dan roadmap visual, jadi besok pagi kamu tahu persis mulai dari mana.

  • Tinggal dilempar ke AI coding agent

    Task-nya sudah dirapikan lengkap dengan konteks — siap dikirim ke Claude Code, Cursor, atau Copilot tanpa dijelaskan ulang.

PRD pertama gratis, tanpa kartu kredit
Tanpa perpanjangan otomatis
QRIS, transfer bank, e-wallet, & kartu
Proyekmu privat, terisolasi per akun
PRD Studio Premium
Harga baru
Rp 70.000Diskon 30%
Rp 49.000/bulan

Hemat Rp 21.000 tiap bulan · berhenti kapan saja.

Mulai gratis — PRD pertama tanpa bayar

Langganan aktif otomatis dalam hitungan detik setelah pembayaran.

Semua ini terbuka

  • Generate PRD dengan AI — 5 PRD per bulan
  • Pecah PRD jadi task siap eksekusi
  • Roadmap visual antar fitur
  • Kirim task ke AI coding agent otomatis
  • Prompt Maker & Uji Coba Prompt
  • Tanpa batas jumlah task

Idemu layak dapat spec yang benar

Buat akun gratis, PRD pertamamu langsung bisa digenerate — tanpa kartu kredit. Hasilnya tersimpan rapi selamanya.